Nama saya Rezky, saya akan
menceritakan kebudayaan dari ayah saya yang berasal dari Rembang, Jawa Tengah. Rembang sendiri adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang Ibu kotanya adalah Rembang.
Kabupaten ini berbatasan dengan Teluk Rembang (Laut Jawa) di utara, Kabupaten Tuban (Jawa Timur) di timur, Kabupaten Blora di
selatan, serta Kabupaten
Pati di barat.
Kota Rembang kaya sekali akan seni dan budaya khas daerah yang unik dan
tidak dimiliki oleh daerah yang lain. Kota Rembang terletak di pantai utara
pulau Jawa, sehingga memiliki seni dan budaya khas pesisir Pantai Utara Pulau
Jawa. Di dalam artikel ini saya akan memberikan beberapa contoh, seperti Seni dan Budaya,
Perayaan, Pariwisata, dan Budaya Lingkungan yang berasal dari kota Rembang :
Seni dan Budaya
1.
Tari Rembang Kumandang
Tari Rembang Kumandang merupakan bentuk tarian kolosal
yang dipentaskan dengan kostum dari produk lokal Rembang berupa batik dan
aksesoris sebagai bagian dari promosi.
2.
Emprak
Emprak adalah bentuk seni tradisional drama yang
dikembangkan di Karangasem Kecamatan Kaliori. Pada awal penyajian acara
ditampilkan atraksi yang membawa penari tari Remong anak, diiringi gamelan yang
dikombinasikan dengan alat musik seperti rebana menggunakan seni irama
kentrung.
3.
Tari Gandario
Tari Gandario adalah tari yang menggambarkan perasaan
cinta dua insan yang berasal dari desa Kedungtutup Kecamatan Sumber.
4.
Pathol Sarang
Pathol sarang adalah kesenian yang menampilkan adu
kekuatan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya secara akrobatik.
5.
Tong Tong Klek
Tong Tong Klek adalah suatu kesenian berupa seni musik
dimana alat musik yang dimainkan berupa kentongan yang terbuat dari bambu
kemudian dimainkan dengan diiringi musik baik tradisional maupun musik modern.
Biasanya kesenian Tong Tong Klek diadakan ketika bulan puasa menjelang hari
raya Idul Fitri. Para pemain memainkan Tong Tong Klek mengelilingi kota Rembang dengan membawa seperangkat alat musik
yang dangkut menggunakan kendaraan seperti mobil atau truk yang berukuran besar
dan dilengkapi dengan seperangkat sound system yang berukuran besar.
Perayaan
- HUT Rembang
- Rembang Expo
- Festival Lasem
- Lasem Batik Carnival
- Rembang Fashion On The Street
- Sedekah Bumi
- Sedekah Laut
- Penjamasan Bende Becak di desa Bonang
- Lomba Thong-thong Klek
- Haul Mbah Sambu
Pariwisata
Wisata Alam
- Pantai Nyamplung Indah di Desa Tritunggal
- Pulau Karang Gosong
- Pulau Gede
- Pulau Marongan
- Gunung Lasem, di Lasem
- Pantai Dampo Awang, di Tasikagung
- Pantai Gedong (Pantai Caruban), di Gedongmulyo
- Pantai Binangun, di Binangun
- Goa Kare, Pamotan.
- Pantai KarangJahe, Rembang.
- Wana Wisata Kartini Mantingan, di Mantingan
- Karangsari Park, di Karangsari
- Puncak Argopuro, di Pancur
- Embung Lodan, di Lodan Wetan
- Waduk Panohan, di Panohan
- Rimba Pasucen, di Pasucen
- Embung Banyukuwung, di Sudo
- Taman Wisata Alam Sumber Semen, di Gading
- Hutan Mangrove[2], di Pasarbanggi
- Pantai Jatisari, Sluke.
Wisata Sejarah
- Masjid Agung Rembang, di Kutoharjo
- Masjid Jami' Lasem, di Lasem
- Museum Kamar Pengabadian R.A.Kartini, di Kutoharjo
- Kelenteng Mak Co (Tjoe An Kiong), di Soditan
- Situs Tulang Belulang Manusia Austronesia dan peninggalan kebudayaannya, terhampar dari Lasem, Sluke hingga Kragan
- Situs Pertapaan Pamulang, di barat Vihara Sendangcoyo, Lasem, di sini disemayamkan awu layon (abu jenazah) para pemimpin Lasem dari Hang Sam Badra (sekitar abad V) sampai Tumenggung Wilwatikta Mpu Pangeran Santibadra seorang pendeta di zaman Majapahit yang juga seorang Mpu penulis Kakawin Sabda Badra Santi (Tahun 1401 Syaka).
- Situs Kota Sejarah Lasem meliputi wilayah Lasem dan sekitarnya.
Wisata Religi
Wisata Belanja
- Ramayana Mall Rembang, di Karangsari
- Mall Kartini 3, di Mantingan (cabang dari Mal Kartini di Bandar Lampung)
- Pantes Mall, di Lasem. Terletak di Jalan Sunan Bonang km.0 Kecamatan Lasem
Budaya Lingkungan di
Rembang
Di Kabupaten
Rembang itu sendiri, kegiatan upacara
sedekah laut maupun sedekah bumi ini sudah dilakukan jauh-jauh hari dan sudah
menjadi budaya di masyarakat Rembang pada khususnya. Biasanya acara sedekah
laut yang diselenggarakan melarung berbagai macam jajanan pasar, miniatur kapal
laut,kepala kerbau dan berbagai macam barang yang dipercayai akan membuat hasil
laut mereka menjadi lebih berlimpah. Jadi
tidak heran jika biaya yang digunakan sangat besar. Biaya
ini biasanya hasil dari iuran warga dan mereka masih saling membantu untuk
terlaksananya upacara sedekah laut ini. Sifat
gotong royong yang tidak bisa lepas dari acara ini.
Bentuk
lingkungan yang berhubungan dengan kebudayaan di Kabupaten Rembang itu sendiri
seperti adanya upacara sedekah laut dan sedekah bumi yang memiliki tujuan yang
sama yaitu bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rejeki yang datang
dari laut maupun dari bumi.Sehingga masyarakat di Rembang itu sendiri merasa
perlu untuk mengadakan upacara seperti ini.
Dalam hal ini,
masyarakat masih memiliki rasa gotong royong yang tinggi agar terciptanya acara
sedekah laut / sedekah bumi ini. Tidak
mencemari atau menggambil yang sudah disediakan dengan berlebihan merupakan
suatu hal yang perlu untuk dicontoh pada masa sekarang ini.
Sumber :





Tidak ada komentar:
Posting Komentar